Tuesday, June 22News That Matters
Shadow

Budaya 5M Ampuh Naikkan Gairah UMKM Di Sukarare Lombok Tengah

Hukrimloteng.com-Praya, Lombok Tengah – Pandemi Covid-19 berdampak serius terhadap berbagai sendi kehidupan yang berimbas kepada ekonomi masyarakat di Lombok Tengah, termasuk sektor Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM) yang menjadi penggerak roda perekonomian. Penerapan Protokol Kesehatan yakni 5M di Lombok Tengah mendorong ekonomi masyarakat khususnya UMKM agar tetap bertahan di tengah pandemi.

Sejak bulan Maret 2020 sampai sekarang, pemerintah terus berupaya mencegah penyebaran virus corona lewat berbagai kebijakan dan program dalam melindungi masyarakat. Khusunya di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Polda NTB bersama pemerintah terkait menggalakkan program Lomba Kampung Sehat sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dalam program Lomba Kampung Sehat, masyarakat dianjurkan untuk menerapkan pola hidup new normal atau Nurut Tatanan Baru. Masyarakat dihimbau mematuhi protokol kesehatan yaitu Memakai masker, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, Mencuci tangan dan Mengurangi mobilitas (5M).

Dampak dari penerapan prokes 5M melalui Kampung Sehat ini dianggap mampu mendongkrak perekonomian masyarakat, termasuk para pelaku usaha UMKM di Desa Sukarare, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah.

Seperti yang disampaikan Amin Patuh salah satu pemilik Art shop tenun di Sukarare mengaku, bahwa sejak dicanangkan Lomba Kampung Sehat, mereka dituntut memaksimalkan potensi dan kemampun agar tetap produktif untuk mendapat pundi pendapatan.

“Jika semua bisa menjaga diri dengan melakukan budaya 5M, maka pemulihan ekonomi kita tidak akan sulit,” kata Amin Patuh, salah satu pemilik Art shop tenun di Desa Sukarare.

Hal ini sudah terbukti, daya beli masyarakat atau pengunjung pada sektor UMKM di Sukarare mulai meningkat sejak prokes 5M dijalankan dengan disiplin.

Kebiasaan baru ini sangat menolong pada dunia usaha, khususnya pelaku usaha atau pengerajin tenun. Amin mengatakan, pembeli mematuhi prokes, penjualpun demikian. Sehingga simetris pasar tetap jalan, otomatis ekonomi berputar.

“Ya, walaupun putaran ekonomi masih jauh dibandingkan sebelum corona melanda,” ujar Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *