Friday, June 18News That Matters
Shadow

Sat Resnarkoba Polres Loteng, Musnahkan Ratusan Gram BB Sabu

Hukrimloteng.com-Praya- Satuan Narkoba Polres Lombok Tengah (Loteng) melakukan pemusnahan barang bukti (BB) empat bungkus berupa narkotika golongan satu jenis sabu dengan berat 103,47 gram, kemarin.

Pemusnahan sabu yang disaksikan oleh pihak perwakilan Kejaksaan, Pengadilan dan tersangka tersebut, dilakukan dengan cara dibelender, kemudian dibuang ke dalam kloset.

Kasat Narkoba Polres Loteng, IPTU Hizkia Yosia Cladius Peter Siagian menyatakan, pemusnahan BB narkotika ini tetap dilakukan, selain untuk menghindari barang bukti tersebut hilang, tapi karena perkara kasus sudah lanjut ke Kejaksaan.

“BB ini kita musnahkan juga berdasarkan permintaan dari Kejaksaan,” katanya, kemarin.

Ia mengaku, ratusan gram barang haram yang dimusnahkan ini, merupakan hasil pengungkapan di Bandara Lombok Internasional Airpotr (LIA) pada Senin (28/09) lalu. Dimana, pelaku inisial AH 25 tahun warga Kecamatan Labuhan Haji,Lombok Timur ingin menyelundupkan sabu dengan cara menyembunyikan barang haram tersebut di dalam duburnya.

“Kasus ini sudah kami kembangkan. Karena pelaku hanya sebagai kurir saja. Tapi sayangnya pelaku yang merupakan pemilik barang sudah melarikan diri. Namun, sekarang dia masuk menjadi DPO,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaku ini berhasil ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat. Karena, pelaku yang tiba di bandara sekitar pukul 12.15 wita terlihat sempoyongan dan ketakutan. Mendapatkan informasi itu, Satnarkoba Polres Loteng, Polsubsektor LIA dibantu Team Ops Direktorat Narkotika Polda NTB, langsung turun melakukan pengintaiaan dan melakukan penangkapan pada pelaku. Setelah dilakukan interogasi, pelaku mengakui bahwa yang bersangkutan membawa narkotika jenis sabu dengan dimasukkan ke dalam dubur.

Sehingga, sekitar pukul 13.00 wita, team membawa pelaku ke RSUD Praya untuk dilakukan Rontgen dan mengeluarkan narkotika jenis sabu dari dalam dubur yang disaksikan oleh Satpam RSUD Praya.

“Peredaraan narkoba jenis sabu ini merupakan jaringan antar Provinsi,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan pengembangan pada pelaku ini. Karena, pelaku diketahui merupakan hanya sebagai kurir yang disuruh untuk mengantarkan barang tersebut pada pemesannya “Pelaku ini diupah untuk mengantarkan barang tersebut pada pemesanya di wilayah Lotim,” jelasnya.

Hanya saja, pemilik dari barang tersebut telah melarikan diri. Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan pengejaran pada pelaku tersebut. Apalagi, pelaku ini merupakan jaringan antar provinsi. “Kasus ini tidak ada sangkutanya dengan kasus pengungkapan pabrik sabu beberapa hari ini Lotim tersebut,” tuturnya.

Dengan perbuatanya, pelaku dianacam dengan pasal 114 ayat 2 UU RI NO 35 tahun 2009 tentang menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara narkotika golongan I diancam pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. Kemudian, pasal 112 ayat 2 UU RI NO 35 tahun 2009 tentang narkotika memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman melebihi, diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *